Thursday, August 13, 2009

Steve Jobs Visioner di Balik Kegemilangan Apple Inc.


Di tengah resesi global yang menggoyahkan berbagai perusahaan besar, ada satu perusahaan berbasis teknologi yang malah melonjak penjualannya. Apple Inc., perusahaan yang bergerak di bidang produk elektronik dan perangkat lunak dengan berbagai produk mutakhir dan inovatif seperti ponsel berlayar sentuh penuh iPhone, laptop super tipis MacBook Air, dan pemutar mp3 populer iPod. Penjualan produk-produk tersebut meroket hingga 15% justru di tengah krisis ekonomi global saat ini.

Keberhasilan Apple Inc. mengukir prestasi penjualan ini tidak didapat secara tiba-tiba, tetapi melalui visi luar biasa dan tangan dingin pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Apple inc., Steve Jobs (yang ketika tulisan ini diturunkan sedang beristirahat dari jabatannya karena masalah kesehatan).

Steve Jobs lahir pada 24 Februari 1955 di San Francisco, Amerika Serikat, dari pasangan Joanne Carole Schieble dan Abdulfattah Jandali. Namun kemudian, Steve diadopsi pasangan Paul dan Clara Jobs yang kemudian memberinya nama Steven Paul Jobs. Orang tua asli Steve membiarkan anak mereka diadopsi karena mereka menginginkan Steve bersekolah hingga jenjang universitas.

Steve mengenyam pendidikan menengahnya di Cupertino High School dan Homestead Highschool di Cupertino, California. Dia juga sering mendatangi kelas after school perusahaan Hawlett-Packard di Palo Alto, California. Di sana, Steve direkrut sebagai karyawan musim panas dan bertemu Steve Wozniak, seseorang yang nantinya akan bekerja bersama Steve membangun Apple Inc.

Pada tahun 1972, Steve lulus dari sekolah menengahnya dan melanjutkan pendidikannya ke Reed College di Portland, Oregon. Pada akhir semester pertamanya, Steve merasa bahwa pendidikan universitas tidak berguna untuknya dan dia memutuskan untuk drop out dari Reed College. Namun, meski memutuskan untuk drop out, Steve tetap menghadiri kelas-kelas yang menarik baginya. Salah satu kelas yang dihadirinya adalah kaligrafi --ilmu yang kelak akan sangat membantu Steve dalam membangun produk-produk terobosan Apple pada tahun 1980-an yaitu komputer dengan tampilan antarmuka berbasis grafis.

Di musim gugur 1974, Steve kembali ke California dan mulai bergabung dengan klub komputer Homebrew bersama dengan Steve Wozniak. Pada tahun 1976, Steve bersama Steve Wozniak mendirikan Apple Computer Inc. (di kemudian hari nama Apple Computer Inc. dipendekkan menjadi Apple Inc.) perusahaan yang membuat dan menjual Personal Computer, dengan bantuan dana dari A.C. Mike Markkula.

Awalnya, Steve bersama Steve Wozniak menjalankan Apple dari garasi rumah. Namun seiring dengan perjalanan waktu, bisnis Apple Computer terus berkembang. Karena perkembangannya yang signifikan, pada tahun 1983 Steve membujuk John Sculley, Chief Executive Officer (CEO) dari Pepsi Cola untuk berpindah ke Apple . Akhirnya, John Sculley menerima ajakan Steve untuk mengembangkan Apple. Pada tahun 1984, Steve bersama Apple merilis Macintosh: Komputer personal (Personal Computer) pertama dengan tampilan antarmuka berbasis grafis yang sukses di pasaran.

Meskipun Macintosh sukses besar ketika peluncurannya, mulai akhir 1984 terjadi masalah intern pada tubuh Apple yang menyebabkan Steve harus hengkang dari Apple.

Awalnya Steve depresi berat karena keadaan tersebut. Namun kemudian, Steve bangkit kembali dan mendirikan NexT, perusahaan yang bergerak di bidang komputer dengan teknologi yang lebih canggih dan membeli satu divisi komputer grafis dari Lucas Film dan mendirikan Pixar, perusahaan yang mengembangkan hardware canggih untuk urusan grafis. Namun, NexT gagal menembus pasar karena terlalu canggih dan mahal untuk kebanyakan pengguna.

Sepeninggal Steve, Apple terus mengalami kemunduran. Hingga akhirnya, secara tidak terduga Apple memutuskan untuk membeli NexT dan mengantarkan kembali Steve menjadi CEO Apple.

Sekembalinya Steve ke Apple, Steve melakukan berbagai perubahan signifikan demi mengejar target pendapatan perusahaan. Segudang kegemilangan yang dicapai berkat kegigihan dan visinya yang fantastis, Steve pun meraih banyak penghargaan.

VLAD TEPES


Sebagai keturunan Basarb yang agung ( Basarb teh Great ), pendiri negara Wallachia pada abad ke-14, ayah Vlad diberi kehormatan oleh Sigismund, Kaisar Roma yang suci, sebagai anggota Ordo Naga atau Dracul ( bahasa Wallachia ). Yang berarti 'putra naga' atau Dracula.

Vlad mendapat didikan dalam istana Wallachia, tetapi ketika Sigismund meninggal, ayah Vlad membuat kesepakatan dengan Sultan Turki untuk menjamin kemerdekaan Wallachia. Dalam kesepakatan itu, Vlad berumur 11 tahun dan Radu, adiknya yang berumur 6 tahun, dikirim ke Anatolia sebagai sandra. Radu adalah seorang anak yang tampan, yang mampu menarik perhatian calon sultan, dan dia pun menjalani kehidupan yang mewah dalam istana Turki. Sedangkan, Vlad adalah pria yang penampilannya tidak begitu menarik dan dia menjalani hari - harinya sebagai tawanan yang berarti lebih banyak menjalani kehidupan yang keras.

Tahun 1448, ayah mereka dibunuh dan kakak mereka dibakar hidup - hidup oleh lawan pengincar takhta yang didukung oleh orang - orang Hungaria. Orang - orang Turki tidak menginginkan Wallachia dikuasai oleh kaki tangan Hungaria, jadi mereka melepaskan Vlad untuk kembali ke negaranya, sementara Radu tetap tinggal di Turki. Dengan bantuan orang - orang Turki, Vlad merebut takhta Wallachia, tetapi setelah 2 bulan, dia dipaksa untuk lari ke tempat pengasingan di Moldavia. kemudian penguasa Wallachia yang baru mengadakan kesepakatan dengan Turki, jadi Vlad mencari dukungan dari Hungaria dan, 8 tahun kemudian, dia kembali ke Wallachia dan sekali lagi merebut takhtanya.

Hingga 6 tahun berikutnya, pemerintahannya ditandai dengan kekejaman yang tidak perlu. Lima ratus bangsawan Wallachia yang menentang pemerintahannya pun berkumpul, yang lebih tua ditusuk, yang lebih muda dipekerjakan hingga tewas, membangun benteng gunung Vlad di Poenari.

Menurut cerita yang tersebar luas, 2 duta dari Italia pernah datang ke istananya. Mereka datang ke hadapan Vlad, mereka membuka topi, tetapi tetap memakai baret yang ada dibaliknya. Ketika ditanya mengapa tidak melepas baret itu, mereka menjawab bahwa itu merupakan adat mereka, dan mereka bahkan tidak melepasnya dihadapan kaisar mereka. Vlad menawarkan untuk "mengukuhkan" adat itu bagi mereka, dan memerintahkan kepada para palayannya untuk memakukan baret kedua duta itu ke kepala mereka. Dalam beberapa versi ceritanya, kedua diplomat itu adalah dari Turki, jadi baretnya adalah sorban, tetapi inti ceritanya sama.

Menurut suatu cerita lain : " Dracula sangat peduli pada rakyatnya, ia ingin agar mereka semua bekerja dan memiliki konstribusi pada kesejahteraan sosial. Ia pernah memperhatikan bahwa jumlah pengemis, gelandangan, dan orang - orang lumpuh sudah sangat banyak di negrinya. Akibatnya, di mengeluarkan undangan kepada semua orang yang miskin dan sakit di Wallachia untuk datang ke Targoviste untuk berpesta besar,dia menuntut bahwa tidak boleh ada seorang pun yang kelaparan dinegrinya. Ketika orang - orang miskin dan lumpuh datang kekota itu, mereka dibawa kesebuah aula yang besar di mana suatu pesta yang mewah sudah disiapkan bagi mereka. Tamu - tamu sang pangeran itu makan dan minum hingga larut malam, ketika Dracula sendiri tampil dihadapan mereka. 'Apalagi yang kalian inginkan ? Apakah kalian ingin hidup tanpa kekhawatiran, tidak kekurangan sesuatu pun di dunia ini ?' tanya sang pangeran. Ketika mereka mengiyakan, Dracula memerintahkan agar seluruh aula ditutup dan dibakar. Tidak ada seorang pun yang selamat dari api itu. Kepada kelompok bangsawan, Dracula menjelaskan maksud tindakannya itu dengan menyatakan bahwa dia melakukan ini ' agar mereka tidak menjadi beban lagi untuk orang lain dan supaya dalam kerajaanku tidak ada lagi orang miskin'.

Ketika tahun 1459 para pedagang dari Brasov menolak membayar pajak mereka meskipun sudah berulang kali diperingatkan, Dracula memimpin penyerangan kekota itu, membakar seluruh pinggiran kotanya, dan membantai banyak tawanan di Bukit Timpa. Adegan mengerikan itu diabadikan dalam suatu karya pahatan kayu, dan fotonya dipublikasikan dalam cetakan selebaran di Nuremberg tahun 1499. Di situ terlihat bahwa vlad sedang asik makan sementara orang - orangnya sedang memutilasi para korbannya dibelakang meja makannya. Menurut ceritanya: 'Disinilah dimulainya suatu kisah yang sangat mengerikan tentang pangeran Dracula, seorang pria yang haus darah. Bagaimana dia membantai orang dan membakar mereka hidup - hidup dan merebus kepala mereka dengan ketel dan menguliti orang dan memotongnya kecil - kecil seperti kol. Dia memanggang anak - anak dan memaksa ibu merka untuk memakkannya. Dan banyak hal mengerikan lainnya yang ditulis dalam traktat itu, dan di negri yang dia pimpin'.

Ketika Vlad bertikai denga raja Hungaria, dia mulai menyiksa dan membunuh pedagang - pedagang Transylvania, membantai mereka dan keluarga mereka diatas tiang gantungan dari kayu. Berdasarkan suatu catatan: 'Pada tahun 1460, pada suatu pagi di Hari santo Bartolomeus, Dracula mengumpulkan semua warga Hungaria, pria dan wanita, diluar desa Humilasch, dan dia dapt mengumpulkan begitu banyak sehingga dia menumpuk mereka dalam suatu tumpukan besar dan dia memotong - motong mereka seperti kol dengan pedang, golok, dan pisau: tentang para pemimpin agama mereka yang tidak dia bunuh disana, dia mengiring mereka pulang dan membantai mereka. Dia membakar seluruh desa itu berikut semua harta benda mereka ada tiga puluh ribu orang'.

Meskipun pembantaian ( dengan senjata tajam ) telah dipraktikkan oleh Prancis, Spanyol, dan Turki, itu menjadi praktik yang identik dengan Vlad, yang mengubahnya menjadi suatu bentuk seni yang mngerikan, dia sering merancang bentuk tiang gantungan yang sedemikian rupa dapat dijadikan sarana untuk membantai korban - korbannya dengan cara yang sangat mengerikan. Dia memastikan bahwa tiang itu tidak terlalu tajam, agar korbannya tidak terlalu cepat mati karena batinnya terguncang, dan beberapa laporan mengatakan bahwa dia meminyaki tiang itu agar nantinya lebih mudah melepas korbannya. Beberapa korban bisa bertahan hingga berjam - jam atau berhari - hari. Bahkan terhadap tindak kejahatan yang sangat ringan pun dia membantai pelakunya dengan tusukan - tusukan senjata tajam, demi memuaskan hasratnya untuk ' menegakkan hukum dan peraturan '. Dia membunuh pedagang - pedagang yang berbuat curang terhadap para pembeli mereka. Dia membunuh wanita - wanita yang terlibat skandal. Konon, ada seorang wanita yang dibantainya gara - gara kemeja suaminya terlalu pendek. Bahkan anak - anak pun tidak selamat dari pembantaian. Dracula juga menyuruh orang - orang untuk menguliti dan merebus korbannya hidup - hidup, setelah itu dia akan mempertontonkan mayatnya didepan umum agar setiap orang mendapatkan suatu pelajaran. Diperkirakan bahwa korban yang dibunuhnya berjumlah antara 40.000 hingga 100.000 orang, dan menurut laporan, ada 20.000 mayat yang pernah dipertontonkan di luar kota Targoviste, ibukota pemerintahannya. Politiknya yang keras dalam hukum dan peraturan tiu berhasil : untuk membuktikannya, dia menaruh sebuah cawan emas di tepi kolam air minum di alun -a lun utama ibu kota kerajaannya. Tidak ada seorang pun yang mencurinya.

Yang menjuluki dia 'pangeran pembantai' adalah orang Turki yaitu musuh bebuyutannya pada waktu itu. Tidak ada catatan bahwa dia menyebut dirinya sendiri dengan julukan itu, dan di Rumania dia dikenal sebagai Vlad Tepes. Karena bertikai dengan Hungaria, Vlad lagi - lagi harus mencari dukungan dari Turki, tetapi ketika Vlad menolak untuk membayar upeti sebesar 10.000 dukat dan 500 anak muda, maka Sultan Ottoman Muhammad II sang Penakluk menyerbu Wallachia. Karena sudah terjepit oleh serangan musuh yang datang dengan cepat, Vlad membakar desa - desa, meracuni sumur - sumur dan mengirimkan 'hadiah' berupa orang - orang yang berpenyakit menularke kamp-lamp Turki. Ketika akhirnya pasukan Turki tiba di Targoviste, mereka tidak siap menghadapi pemandangan yang menyambut mereka.

'Pasukan Sultan melewati suatu lapangan yang penuh tiang hukum, panjangnya sekitar 3 kilometer dan lebarnya 1 kilometer,' tulis Chalcondyles, seorang sejarawan Yunani. 'Dan ada beberapa tiang besar di mana mereka dapat melihat tubuh - tubuh pria, wanita, anak - anak yang mati karena dibantai dengan senjata tajam, jumlahnya kira - kira ada 20.000. Sultan terkesima, dia berulang kali mengatakan bahwa dia tidak mau menduduki suatu negeri dari orang yang dapat melakukan hal - hal yang begitu mengerikan dan tidak lazim, dan menggunakan kekuasaan dan rakyatnya dengan cara yang demikian. Sultan juga sering mengatakan bahwa orang yang melakukan kekejian seperti itu dapat melakukan yang lebih keji lagi. Orang - orang Turki yang lain bahkan banyak yang ketakukan setengah mati ketika melihat semuanya tiu. ada bayi - bayi yang berpegangan erat pada ibu mereka di tiang hukuman, dan burung - burung bersarang di dada mereka.

Muhammad merasa sangat ngeri sehingga dia mundur. Sebagai gantinya, dia mengirimkan Radu, bersama kelompok bangsawan dan tentara Turki, membuat Vlad kembali ke benteng gunungnya di Poenari. Vlad melarikan diri melewati Carphathians menuju Transylvania, tetapi ditangkap didekat Brasov oleh Matthis Corvinus, raja Hungaria. Tak lama kemudian, diedarkan surat - surat palsu yang mengatakan bahwa yang menjadi pengkhianat terhadap gerakan ke-kristenan adalah Vlad bukan Radu.

Vlad berusaha mengambil hati orang - orang yang menawannya dengan meninggalkan Kristen ortodoksnya dan beralih ke Katolik. Dia ditawan dalam rumah tahanan, meskipun ada desas - desus yang mengatakan bahwa dia tetap suka membantai tikus - tikus dan burung - burung. Ketika Radu meninggal karena sifilis pada 1475, takhta Wallachia jatuh ke tangan pesaing mereka, yaitu klan Danesti. Tahun 1476, dengan dukungan Hungaria, Vlad kembali ke Wallachia lagi dan mengambil takhtanya kembali. akan tetapi pada musim dingin itu, pasukan Turki menyerang dan Vlad terbunuh dalam pertempuran. Situasi kematiannya tetap tidak jelas. Mungkin dia dibunuh oleh orang pihaknya sendiri, yang salah mengira dia sebagai orang Turki, atau mungkin dia dibunuh oleh basarab Laiota, yang menjadi penerusnya. entah mana yang benar, yang pasti kepala Vlad yang sudah dipenggal itu dibawa oleh pasukan Turki ke Konstantinopel di mana kepala itu digantung tinggi - tinggi di sebatang tiang. konon, tubuhnya dibawa oleh para biarawan dari Biara Snagov, yang renovasinya dia biayai pada beberapa tahun sebelumnya. Ada yang mengatakan bahwa tubuhnya dimakamkan dekat altar yang tinggi, tetapi suatu penggalian pada tahun 1930-an tidak dapat menemukannya.

Thursday, July 23, 2009

Douglas Engelbart, Penemu "Tikus Kecil" untuk Komputer

Siapakah tikus kecil yang selalu membantu pekerjaan kita menggunakan komputer? Biasanya ada dua tombol di kiri dan kanannya dan ada roda yang dapat diputar di antara kedua tombol itu. Tentu setiap orang yang pernah memegang komputer tahu jawabannya. Ya, itulah mouse atau lazim disebut tetikus. Peranti kecil yang menyertai papan ketik komputer (keyboard), berguna untuk navigasi cursor di layar komputer.

Nama Douglas Engelbart tidak terlalu terkenal dibandingkan dengan Bill Gates atau Steve Jobs, Douglas. Padahal, baik PC (personal computer) - yang memakai Windows- maupun Apple Macintosh, sama-sama menggunakan peranti buatan Douglas ini.

Tetikus diciptakan sebagai suatu temuan sampingan dari projek lain yang lebih ambisius, augmenting human intellect, yaitu projek untuk meningkatkan kemampuan intelektual manusia dengan bantuan komputer. Dalam projek itu, dipertimbangkan alat yang dapat mempermudah interaksi manusia dengan komputer melalui alat yang dapat menggerak-gerakkan penunjuk di sepanjang layar. Dengan alat ini diharapkan interaksi antara manusia dan komputer menjadi lebih alamiah sehingga komputer dapat digunakan secara optimal untuk memecahkan masalah manusia.

Pada saat itu, sudah terdapat beberapa jenis alat yang dapat menggerak-gerakkan penunjuk di layar, seperti lampu pena (pen light) dan juga joystick. Namun, Engelbart tidak puas dengan alat-alat ini. Dia mencoba untuk memetakan karakteristik-karakteristik dari alat penunjuk yang telah ada dan melihat suatu alat yang belum ada dalam peta itu, yaitu tetikus. Penemuan pun telah lahir.

Douglas tidak mengingat siapa yang memberi nama mouse pada alat ciptaannya itu. Yang jelas, alat dengan kabel yang memanjang dari belakang itu memang mirip tikus dan setiap orang di laboratorium tempat Douglas bekerja memanggil alat tersebut mouse.

Douglas Engelbart lahir pada 30 Januari 1925 di Oregon, Amerika Serikat. Douglas adalah bungsu dari 3 bersaudara anak pasangan Carl Louis Engelbart dan Gladys Charlotte Amelia Munson Engelbart.

Setelah lulus dari sekolah menengah Douglas masuk ke Oregon State University. Namun, pada Perang Dunia ke-2, dia masuk angkatan laut dan menjadi teknisi radar di Filipina selama dua tahun. Pada masa itulah, Douglas membaca buku yang memberi inspirasi kepadanya: As We May Think, buku karya Vannevar Bush. Dia kemudian pulang ke Oregon State University dan menyelesaikan kuliah sarjananya di jurusan teknik elektro pada tahun 1948. Selain itu, dia juga menyelesaikan sarjana di University of California Berkeley, dan mendapat gelar B. Eng pada tahun 1952, lalu mendapat gelar Ph.D. di bidang teknik elektro dan ilmu komputer (EECS - Electrical Engineering and Computer Science) 3 tahun kemudian.

Setelah menyelesaikan studi doktoralnya, Douglas tinggal di Berkeley untuk mengajar. Namun hanya berlangsung satu tahun. Douglas kemudian merencanakan perusahaan Digital Techniques. Perusahaan ini bertujuan untuk mengomersialkan hasil kerja doktoralnya dalam bidang alat penyimpanan (storage device). Namun, perusahaan ini pun hanya bertahan setahun dan Douglas pun berpindah ke Stanford Research Institute (SRI).

Di SRI, Douglas mematenkan dua belas paten atas nama dirinya. Douglas mengajukan proposal untuk membuat projek yang diberi nama "Augmenting Human Intellect: A Conceptual Framwork". Projek ini berhasil mendapat dana dari ARPA (Advanced Research Projects Agency), agen pemerintah Amerika Serikat di bawah Departemen Pertahanan yang bertujuan untuk pengembangan teknologi baru untuk kepentingan militer. Dengan dana itu, Douglas mendirikan suatu laboratorium sendiri di SRI yang ia beri nama ARC (Augmentation Research Center) .

Pada 1967, Douglas menciptakan barang yang ia deskripsikan sebagai "indikator posisi X-Y untuk sistem display". Barang inilah yang kemudian diberi nama mouse. Douglas mengembangkan ini bersama teman sejawatnya, Bill English. Bill lah yang mengerjakan bagian perangkat keras dari tetikus ini.

Meskipun tetikus ditemukan oleh Douglas, namun ia tak pernah menerima royalti dari penemuannya itu. Pada suatu wawancara, Douglas berkata bahwa "SRI telah mematenkannya, tetapi mereka tidak tahu nilai dari barang ini. Beberapa tahun kemudian mereka melisensikannya kepada Apple seharga 40.000 dolar."

Setelah kepemimpinan ARC diserahkan kepada Bertram Raphael dan kepemilikannya diserahkan pada perusahaan yang bernama Tymshare, lalu McDonnell Douglas, Douglas pun pensiun pada tahun 1986.

Setelah pensiun, bersama putrinya Christian Engelbert, Douglas mendirikan Bootstrap Institute dengan dana yang tidak terlalu besar dan menyelenggarakan seminar manajemen tiga setengah hari di Stanford University di sepanjang tahun 1989-2000 yang tampaknya berhasil menginspirasi banyak peserta seminar tersebut.

Sekarang, Douglas adalah Bapak Emeritus pada Douglas Engelbart Institute. Sedangkan putrinya menjabat Direktur Eksekutif . Pada tahun 2005, Douglas menerima dana penelitian dari Natioanl Science Foundation untuk projek open source yang diberi nama HyperScope. Pada 9 Desember 2008, Douglas dianugerahi kehormatan pada "Mother of All Demos" yang ke-40, kegiatan yang dibuat oleh SRI International.

Wednesday, July 15, 2009

PIERROT BOLNEZE



Pierrot adalah "world class clown" (badut kelas dunia) yang menjadi judge roti pada Monaco Cup, berumur 22 tahun. Ia dapat berbicara dalam 135 bahasa yang berbeda, dan ia juga dapat mengopi dirinya menjadi ratusan, dan melakukan segala yang menakjubkan sebagai seorang badut. Sebenarnya Pierrot adalah pewaris kerajaan Monaco. Ia menurut rahasia Monaco harus tinggal di rumah penduduk biasa selama kecilnya, namun orang tua yang diharuskan mengasuhnya melarikan diri dan membawa lari uang tunjangan dan meninggalkannya di sirkus Quedam. Orang tua yang melarikan diri tadi bunuh diri, sehingga ia diangkat untuk bekerja di Quedam.

Ibunya yang sebenarnya adalah ratu Monaco meninggal sewaktu melahirkannya. Sewaktu kemenangan Kawachi di final (Kawachi Final Victory) reaksinya mengakibatkan Pierrot terluka. Raja Monaco yang menemukan bahwa Pierrot memiliki golongan darah "Bombay" yang sama dengannya, maka raja Monaco mendonorkan darah padanya dan meninggal. Di surga (tempat yang sama dengan Kuroyanagi) ia berbicara terakhir kali dengan ayahnya sebelum ayahnya meninggal. Setelah itu ia dinamai "Pangeran Ajaib" dan tim Jepang (Kazuma Azuma) dan Amerika (Shadow White) pada final berusaha membuat roti untuk mempertemukan Pierrot dengan orang tuanya. Akhirnya Japan #61 Azuma membawa Pierrot ke masa lampau. Pierrot menyelamatkan ibunya dan mengubah sejarah tentang dirinya sehingga ayah dan ibunya tetap hidup setelah reaksinya berakhir.

Saat Pierrot menerima donor darah dari Raja Monaco (King Leonheart XIV), tiga orang Polisi Rahasia Monaco (yang menyamar menjadi Tim Mesir saat Monaco Cup berlangsung) mengatakan bahwa ada kemungkinan Pierrot adalah Leol, anak dari Raja Monaco dan Istrinya yang hilang bersama orang tuanya, dan juga orang yang akan dinobatkan menjadi Raja Monaco yang berikutnya, yaitu Leonheart XV. Kuroyanagi juga menyimpulkan bahwa tidak ada yang sama sekali orang yang ingin mendonorkan darahnya kecuali jika orang tuanya memberikan gen-nya sendiri sehingga dia berpikir bahwa Pierrot adalah anak dari Raja Monaco yang hilang.

Monday, July 13, 2009

ULQUIORRA SCHIFFER

Nama Ulquiorra diadaptasi sang penulis cerita dari nama seorang designer furniture terkenal dunia yaitu Ulquiorra Patricia. Ehm, Ulquiorra (baca: Ulkiora) adalah salah satu Top Espada (petinggi Espada) dengan no.4 yang analitikal dan maen strategi abis. Topeng hollownya terletak di sisi kepala bagian kiri, hollow-holenya tepat di bawah leher, rambutnya hitam, matanya hijau terang, kulitnya putih pure, pake eye-liner hijau, badannya terbilang ideal-kurus, setelan espadanya adalah seragam, rapi dan bias dibilang prince style. Tampilan visualnya aneh, punya karakter supercool, calm persona dan melankolis. Tapi jangan salah, kalo uda bertarung sih totally changes jadi karakter yang 100% sadis. Ciri khas gaya membunuhnya adalah melubangi bawah leher lawan dengan tangan kosongnya sama seperti hollow-hole yg dia. Ciri khas mengerikannya yg lain adalah dia bisa ngeluarin bola matanya terus dia pecahkan sendiri sehingga orang di sekitarnya bisa melihat apa yg udah dia liat sebelumnya

Dialah Espada yg pertama muncul ke bumi, tepatnya pada episode 113. Kemudian di episode-episode selanjutnya, dia mulai melancarkan strategi-strategi analitikal sampai akhirnya menculik Orihime Inoue. Dia Espada yang udah kelihatan jelas paling berbakti sama Aizen. Dalam gaya bertarungnya Ulquiorra itu cepat, gak bertele-tele, kategori defender yang hebat dan saking hebatnya dia, pedangnya nyaris gak pernah dipake, tangan kosong, termasuk pas ngelawan Ichigo (sang tokoh utama) di episode 162. Udah tau pedang Ichigo segede-gede gaban, belum lagi saat itu Ichigo dalam kondisi kekuatan maksimalnya (jadi vaizard) pokoknya habis2an deh sampai akhirnya ngeluarin getsuga tenshou….Ulquiorra menahan itu semua dengan tangan kosongnya.

Ulquiorra is very smart. Gak gegabah dalam bertindak (Slow). Tidak pernah terlihat menyakiti cewek. Terus kalo diperhatiin, Ulquiorra itu kayak hamster, gampang kagetan. Hmm.. walo stylenya mengerikan, menyebalkan sebagai antagonis, sadis,. Yang bikin broken heart udah jelas pas dia culik Orihime Inoue. Gila dong~ dia yang dikasih tugas sama Aizen untuk menjaga Orihime dengan baik. Dan dia selalu menyebut Orihime dengan ‘Onna..’ huhhhh. Menculiknya juga secara ‘halus’ hanya dengan kata2, jadi seolah Orihime yang menculik dirinya sendiri. Dan suatu ketika, saat Orihime nampar dia……… dia……. diem aja (dikirain bakal disiksa/digimanain gtu –malah jadi Aq yg deg2an- fyuh~ ). Disebutkan di Manga kalo Ulquiorra juga pernah bilang cantik terang-terangan pada Orihime..